Kamis, 04 Juni 2015
On 05.38 by Unknown No comments
sitting klep dan curtain area.
Postingan saya kali ini adalah hasil tinjauan pustaka
saya dari beberapa buku asing yaitu buku textbook machining design oleh penulis
R.S. Khurmi dan J.K. Gupta serta tinjauan pustaka dari penulis buku engine oleh
Vizard dan Graham Bell. Tulisan saya ini saya gunakan sebagai
media pembelajaran untuk bidang otomotif bidang desain otomotif. Sekaligus
untuk memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran di pendidikan teknik mesin
uns.
Pada kesempatan kali ini Saya akan membahas mengenai
hasil saya belajar buku teks yang digunakan dalam mata kuliah elemen mesin 2.
Yang Saya ambil pada semester 4 ini.
Yaitu tentang sitting valve dan curtain area. Untuk kawan
kawan yang mengambil konsentrasi otomotif maka akan mudah unutk memahami hal
yang saya bahas kali ini. kalian tentu sudahg mengetahui bagaimana mekanisme
katup bekerja pada motor bakar 4 tak, namun apakah sudah memahami bagaimana
desain tentang besar payung klep, tebal batang klep, valve lift, lama durasi
klep membuka, dan curtain area
Curtaian area adalah area yg terbentuk oleh terangkatnya klep. rumusnya adalah diameter klep (D) x 3.14 x (t) tinggi angkatan klep (valve lift)
saya berikan contoh ada klep berdiameter 33mm maka
sittingnya atau luasan
porting adalah 30mm luas area sitting klep yg bisa dilewati gas bakar adalah jari2 (R)
= 30/2 = 15mm ; (пxr2) =15 x 15 x 3.14 = 706.5 (rumus luas
lingkaran biasa)
luas curtain area : menurut R.S. Khurmi dan J.K. Gupta pada buku textbook machining design yang saya pelajari rumusan luas curtain area harus sebanding dengan luasan pada lubang porting yang dimaksud
luas curtain area : menurut R.S. Khurmi dan J.K. Gupta pada buku textbook machining design yang saya pelajari rumusan luas curtain area harus sebanding dengan luasan pada lubang porting yang dimaksud
diameter klep (D)
x 3.14 x (t)tinggi lift = 30 x 3.14 = 94.2 x
tinggi lift
katakanlah tinggi lift maksimalnya 7.5mm maka
94.2 x 7.5 = 706.5 mm2
luas area sitting = 706.5 dan luas curtain di 7.5 mm2 = 706.5 mm2
disini terlihat bahwa luas area sitting sama dengan luas curtain dan desain ini sudah paling ideal
katakanlah tinggi lift maksimalnya 7.5mm maka
94.2 x 7.5 = 706.5 mm2
luas area sitting = 706.5 dan luas curtain di 7.5 mm2 = 706.5 mm2
disini terlihat bahwa luas area sitting sama dengan luas curtain dan desain ini sudah paling ideal
Karena bahan bakar tidak akan masuk lebih signifikan lagi bila luas curtain
diperbesar dengan cara mempertinggi lift valve.
Berdasar hasil flowbench yang saya ambil dari bukunya pak Vizard dan Graham Bell
Berdasar hasil flowbench yang saya ambil dari bukunya pak Vizard dan Graham Bell
|
Tinggi lift klep ---> In 33mm -
Ex 28mm
lift--> in valve CFM---> ex valve cfm 1 ---> 12.2 CFM - 11.2 CFM 2 ---> 22.1 CFM - 20.6 CFM 3 ---> 32.1 CFM - 32.7 CFM 4 ---> 44.0 CFM - 42.4 CFM 5 ---> 55.2 CFM - 48.4 CFM 6 ---> 66.5 CFM - 52.2 CFM 7 ---> 73.3 CFM - 54.4 CFM 8 ---> 76.4 CFM - 59.0 CFM 9 ---> 78.8 CFM - 64.4 CFM |
daapt dilihat kenaikan angka in valve cfm atau cubic feet per meter per mm kenaikan lift cam sebagai berikut :
Dari lift 1 ke lift 2 naik 10 cfm, Dari 2 ke 3 mm juga 10 cfm dst tapi dari 7 ke 8 cuma naik 3 cfm dan 8 ke 9 cuma 2.4 cfm. Itu artinya percuma menaikan lift valve lebih tinggi dari hasil flowbench diatas. Tapi pada kenyataannya banyak bengkel modifikasi mesin yang masih melakukan penambahan lift valve yang tidak masuk akal padahal hasil uji mengatakan demikian.
Bayangkan gambar di bawah ini adalah tonjolan cam :
_____6___
____5_5___
___4___4__
__3_____3__
_2_______2_
1_________1
Dari gambar diatas dapat dijelaskan
sebagai berikut :
kalau dihitung dari angka satu di paling kiri sampai angka satu ke kanan maka setiap angka mewakili posisi 10 derajat kruk as bergerak. Karena gambar diatas ada 11 angka jadi total 110 drjt
dan angka nya sendiri mewakili tinggi lift; misal 1 = 1 mm dan 5 = 5 mm
jadi seperti contoh gambar di atas maka:
angka 1 mewakili posisi 10 derajat dengan tinggi angkatan klep 1 mm
angka 6 mewakili posisi 60 derajat dengan tinggi angkatan 6 mm
angka 5 mewakili posisi 50 derajat dan 70 derajat dengan tinggi angkatan 5mm
dengan perincian
2 X 10 derajat, lift 1mm di posisi 10 derajat & 110 derajat
2 X 10 derajat, lift 2mm di posisi 20 derajat & 100 derajat
2 X 10 derajat, lift 3mm di posisi 30 derajat & 90 derajat
2 X 10 derajat, lift 4mm di posisi 40 derajat & 80 derajat
2 X 10 derajat, lift 5mm di posisi 50 derajat & 70 derajat
1 X 10 derajat, lift 6mm di posisi 60 derajat
dan apa yg terjadi jika cam ditambah tinggi 1 mm menjadi 7mm
______7______
_____6_6_____
____5___5____
___4_____4___
__3_______3__
_2_________2_
1___________1
kalau dihitung dari angka satu di paling kiri sampai angka satu ke kanan maka setiap angka mewakili posisi 10 derajat kruk as bergerak. Karena gambar diatas ada 11 angka jadi total 110 drjt
dan angka nya sendiri mewakili tinggi lift; misal 1 = 1 mm dan 5 = 5 mm
jadi seperti contoh gambar di atas maka:
angka 1 mewakili posisi 10 derajat dengan tinggi angkatan klep 1 mm
angka 6 mewakili posisi 60 derajat dengan tinggi angkatan 6 mm
angka 5 mewakili posisi 50 derajat dan 70 derajat dengan tinggi angkatan 5mm
dengan perincian
2 X 10 derajat, lift 1mm di posisi 10 derajat & 110 derajat
2 X 10 derajat, lift 2mm di posisi 20 derajat & 100 derajat
2 X 10 derajat, lift 3mm di posisi 30 derajat & 90 derajat
2 X 10 derajat, lift 4mm di posisi 40 derajat & 80 derajat
2 X 10 derajat, lift 5mm di posisi 50 derajat & 70 derajat
1 X 10 derajat, lift 6mm di posisi 60 derajat
dan apa yg terjadi jika cam ditambah tinggi 1 mm menjadi 7mm
______7______
_____6_6_____
____5___5____
___4_____4___
__3_______3__
_2_________2_
1___________1
Kebetulan gambar di atas sengaja
dibikin kira kira seperti kalau melakukan papas pantat cam 1mm
Dengan menambah maks lift sebanyak 1 mm menjadi 7 mm, sekarang memiliki tambahan
1 X 10 derajat, lift 6 mm
1 X 10 derajat, lift 7 mm
Dan otomatis dengan penambahan tersebut durasi anda menjadi lebih panjang yaitu 130 derajat
Memang Cuma 20 derajat tapi kualitas penambahannya atau posisi lift tersebut juga sangat berpengaruh pada kemampuan mesin
Tadinya ketika lift maks cam 6mm, mesin mendapatkan celah tertinggi pada kecepatan piston yg tinggi hanya 10 derajat yaitu :
Lift 6 mm di posisi 60 derajat
Setelah lift maks nya dijadikan 7mm maka mesin mendapatkan celah tertinggi pada kecepatan piston yg tinggi tidak hanya 10 derajat tapi 30 derajat dan pada posisi top celahnya bertambah jadi 7mm.
yaitu
2 X 10 derajat, lift 6mm di posisi 60 derajat & 80 derajat
1 X 10 derajat, lift 7mm di posisi 70 derajat
Celah yg besar pada kecepatan piston yg tinggi, pasti akan menambah performa yg signifikan Vizard dan Graham Bell pernah bilang klo airflow tidak naek lg jika lift lebih dari 33% dari diameter klep, bahkan cenderung turun cfm nya. Lalu pada buku Graham Bell 4 strokes performance third edition, chapter 10 hal. 306, juga disinggung kenapa jika airflow tidak meningkat pada lift 33%, racing cam lift nya sampe 35%.
Dengan menambah maks lift sebanyak 1 mm menjadi 7 mm, sekarang memiliki tambahan
1 X 10 derajat, lift 6 mm
1 X 10 derajat, lift 7 mm
Dan otomatis dengan penambahan tersebut durasi anda menjadi lebih panjang yaitu 130 derajat
Memang Cuma 20 derajat tapi kualitas penambahannya atau posisi lift tersebut juga sangat berpengaruh pada kemampuan mesin
Tadinya ketika lift maks cam 6mm, mesin mendapatkan celah tertinggi pada kecepatan piston yg tinggi hanya 10 derajat yaitu :
Lift 6 mm di posisi 60 derajat
Setelah lift maks nya dijadikan 7mm maka mesin mendapatkan celah tertinggi pada kecepatan piston yg tinggi tidak hanya 10 derajat tapi 30 derajat dan pada posisi top celahnya bertambah jadi 7mm.
yaitu
2 X 10 derajat, lift 6mm di posisi 60 derajat & 80 derajat
1 X 10 derajat, lift 7mm di posisi 70 derajat
Celah yg besar pada kecepatan piston yg tinggi, pasti akan menambah performa yg signifikan Vizard dan Graham Bell pernah bilang klo airflow tidak naek lg jika lift lebih dari 33% dari diameter klep, bahkan cenderung turun cfm nya. Lalu pada buku Graham Bell 4 strokes performance third edition, chapter 10 hal. 306, juga disinggung kenapa jika airflow tidak meningkat pada lift 33%, racing cam lift nya sampe 35%.
"kenapa membuat curtain
area lebih besar dari diameter dalam sitting valve" (padahal banyak bengkel yang memodifikasi sektor engine dengan cara sepert ini)
menurut Vizard dan graham bell pada bukunya 4 strokes engine mengatakan maks lift valve 33 - 35% dari luasan porting engine
menurut Vizard dan graham bell pada bukunya 4 strokes engine mengatakan maks lift valve 33 - 35% dari luasan porting engine
karena fakta yg didapati :
katakanlah tiger yg klepnya 31 maka 33 % nya adlh 10; jadi cam pasifnya tidak boleh lebih dari 7.5mm, dan 8mm hasilnya lebih bagus dari yg 7.5
mio 23mm maka 33% aktifnya adl 8mm; cam yg 9mm dan jelas lebih baik dari yg 8mm baik di sensor air mass ataupun hasil dyno menunjukkan bahwa 9 mm lebih baik.
katakanlah tiger yg klepnya 31 maka 33 % nya adlh 10; jadi cam pasifnya tidak boleh lebih dari 7.5mm, dan 8mm hasilnya lebih bagus dari yg 7.5
mio 23mm maka 33% aktifnya adl 8mm; cam yg 9mm dan jelas lebih baik dari yg 8mm baik di sensor air mass ataupun hasil dyno menunjukkan bahwa 9 mm lebih baik.
berikut
link video yang dapat dilihat untuk meningkatkan pemahaman dari materi yang saya posting
Selasa, 02 Juni 2015
On 04.52 by Unknown No comments
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
sitting klep dan curtain area. Postingan saya kali ini adalah hasil tinjauan pustaka saya dari beberapa buku asing yaitu buku textboo...
Recent Posts
Sample Text
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.





